Artikel
Respon Cepat Penanganan Korban Bencana Tanah Bergerak di Desa Beji
Beji, 4 Agustus 2025 — Pemerintah Desa Beji bergerak cepat menindaklanjuti kejadian bencana tanah bergerak yang menyebabkan ambruknya rumah milik Bapak Wahyudin di Dukuh Wanasari RT 01 RW 01 pada Minggu, 3 Agustus 2025 lalu. Setelah melakukan asesmen awal bersama TKSK dan Kepala Dusun, Pemdes Beji langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Pandanarum dan meneruskan laporan ke BPBD Kabupaten Banjarnegara, PMI, dan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Banjarnegara.
Respon Cepat dari Instansi Terkait
Koordinasi yang baik dan cepat tersebut langsung ditindaklanjuti oleh pihak terkait. Pada Senin, 4 Agustus 2025, tim dari BPBD, PMI, dan Dinsos PPPA Kabupaten Banjarnegara turun ke lokasi untuk memberikan bantuan kebutuhan mendesak bagi keluarga terdampak bencana.
Bantuan yang disalurkan meliputi:
-
Terpal untuk pelindung sementara
-
Asbes/Seng/Gipsen untuk atap darurat
-
Harplek dan balok untuk perbaikan bagian rumah yang ambruk
-
Keperluan rumah tangga sebagai pengganti barang yang rusak
-
Logistik permakanan untuk kebutuhan sehari-hari keluarga terdampak
Bantuan tersebut diterima langsung oleh Bapak Wahyudin bersama keluarga, disaksikan oleh aparat desa dan petugas dari unsur relawan sosial.
Ucapan Terima Kasih dan Harapan Ke Depan
Pemerintah Desa Beji menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah merespon cepat dan tanggap atas kejadian ini. Kolaborasi yang solid antara desa, kecamatan, dan instansi kabupaten menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menangani dampak bencana secara langsung di masyarakat.
Kepala Desa Beji juga mengimbau agar masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan longsor dan tanah bergerak, serta tidak ragu melaporkan potensi bencana agar penanganan bisa segera dilakukan.
Pemdes Beji terus berkomitmen untuk mendampingi dan membantu warga yang terdampak bencana, serta mendorong penguatan mitigasi risiko bencana di tingkat desa.