Artikel
KOORDINASI PUSKESMAS PANDANARUM DENGAN KEPALA DESA BEJI BULAN MEI TAHUN 2025
Jumat (23 Mei 2025), Puskesmas Pandanarum berkoordinasi dengan Kepala Desa Beji terkait dengan tinjauan lapangan kepada masyarakat di wilayah Desa Beji terkait dengan Pemeriksaan dan Pemberian Obat Pencegahan Penyakit Kusta.
Pihak Puskesmas Pandanarum menjelaskan bahwa Penyakit Kusta, juga dikenal sebagai lepra, adalah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Penyakit ini terutama menyerang kulit, saraf tepi, saluran pernapasan atas, dan mata. Kusta bisa menyebabkan kerusakan saraf permanen dan disabilitas jika tidak diobati secara tepat.
Adapun Gejala Kusta
Gejala kusta bisa berkembang secara lambat, biasanya dalam beberapa tahun setelah terinfeksi. Gejalanya antara lain:
-
Bercak kulit yang tidak biasa (berwarna pucat atau kemerahan) dan mati rasa
-
Kehilangan sensasi pada tangan, kaki, atau bagian tubuh lain
-
Otot melemah (terutama di tangan dan kaki)
-
Luka di kaki atau tangan yang tidak terasa sakit
-
Penebalan saraf (terutama di siku, lutut, atau leher)
-
Kehilangan alis atau bulu mata (pada kasus lanjut)
Cara Penularan
Kusta menular melalui percikan lendir dari hidung atau mulut orang yang terinfeksi, biasanya saat kontak erat dan lama. Namun, kusta tidak mudah menular, dan sebagian besar orang memiliki kekebalan alami terhadap bakteri ini.
Pengobatan
Kusta dapat disembuhkan dengan pengobatan kombinasi antibiotik (multidrug therapy/MDT) yang disediakan secara gratis oleh WHO. Pengobatan biasanya berlangsung antara 6–12 bulan tergantung jenis kustanya:
-
Kusta Kering (Pausibasiler) – jumlah bakteri sedikit, lebih ringan.
-
Kusta Basah (Multibasiler) – jumlah bakteri banyak, lebih menular.
Pencegahan
-
Deteksi dan pengobatan dini
-
Edukasi masyarakat untuk menghindari stigma
-
Imunisasi BCG dapat memberikan perlindungan parsial
Puskesmas menambahkan bahwa perlu dilaksanakan sosialiasasi terkait dengan penyakit Kusta yang seringkali masih sering dikaitkan dengan stigma sosial yang tinggi, padahal penderita yang menjalani pengobatan yang tidak lagi menular. Tujuan dari Koordinasi yang dilaksanakan adalah memastikan bahwa warga di Wilayah Desa Beji aman dari penyakit ini, sekaligus melakukan pemeriksaan awal kepada warga yang teridentifkasi terkena gejala kusta.