Beji, 27 Oktober 2025 – Pemerintah Desa Beji bersama unsur Forkompincam Pandanarum melaksanakan kegiatan pengecekan langsung lokasi tanah bergerak di Dukuh Galaran, Desa Beji, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari laporan warga Dukuh Galaran mengenai adanya pergerakan tanah yang mulai dirasakan sejak beberapa hari terakhir.
Kegiatan pengecekan lapangan dipimpin langsung oleh Kepala Desa Beji bersama perangkat desa dan didampingi oleh unsur Forkompincam Pandanarum, yang terdiri dari pihak Kecamatan Pandanarum, Kapolsek Pandanarum, serta Danposramil Pandanarum. Turut hadir pula tim Destana (Desa Tangguh Bencana) Desa Beji yang melakukan asesmen awal terhadap kondisi lapangan.
Dari hasil pengecekan di lokasi, diketahui bahwa area tanah yang mengalami pergerakan mencakup kurang lebih 5 hektar, yang meliputi wilayah perkebunan dan lahan pertanian milik warga. Terlihat sejumlah retakan tanah dengan panjang dan kedalaman yang bervariasi di beberapa titik, terutama pada lahan miring dan berlereng.
Menurut laporan dari warga dan hasil observasi tim, retakan tanah masih berpotensi bertambah, terlebih apabila curah hujan meningkat. Kondisi ini dikhawatirkan dapat berdampak terhadap pemukiman warga dan ruas jalan kabupaten yang berada di bawah area tersebut.
Tim Forkompincam bersama Pemerintah Desa Beji telah melakukan pendataan terhadap lahan terdampak serta mengidentifikasi potensi risiko bagi permukiman dan infrastruktur di sekitar lokasi.
Kepala Desa Beji menyampaikan bahwa langkah awal yang diambil setelah pengecekan lapangan adalah:
Melaporkan hasil asesmen awal kepada BPBD Kabupaten Banjarnegara untuk tindak lanjut lebih lanjut berupa survei teknis dan mitigasi.
Memasang tanda peringatan dan pembatas di area rawan pergerakan tanah untuk menghindari aktivitas warga di sekitar lokasi.
Melakukan koordinasi dengan pihak Forkompincam dan Destana Beji untuk melakukan pemantauan rutin terhadap kondisi tanah.
Menyiapkan rencana evakuasi darurat apabila pergerakan tanah semakin meluas atau menunjukkan tanda-tanda longsor.
Setelah kegiatan asesmen, Pemerintah Desa Beji melalui Kepala Desa menyampaikan imbauan kepada seluruh warga Dukuh Galaran dan sekitarnya agar:
Meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar area lereng dan retakan tanah.
Tidak beraktivitas terlalu dekat dengan area retakan untuk menghindari risiko longsor susulan.
Segera melaporkan kepada Pemerintah Desa atau Destana Beji apabila ditemukan tanda-tanda retakan baru atau perubahan kondisi tanah di sekitar tempat tinggal.
Menjaga lingkungan sekitar dengan tidak menebang pohon pelindung atau menggali tanah di area rawan pergerakan.
Pemerintah Desa Beji mengajak seluruh warga untuk tetap tenang, namun tetap waspada dan terus berkoordinasi dengan pihak desa serta aparat setempat dalam memantau perkembangan kondisi tanah di Dukuh Galaran.
Kegiatan cek lokasi tanah bergerak ini menjadi bentuk nyata kepedulian dan kesiapsiagaan Pemerintah Desa Beji bersama Forkompincam Pandanarum dalam menghadapi potensi bencana alam di wilayahnya. Melalui kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, diharapkan upaya mitigasi dapat dilakukan lebih cepat dan efektif demi keselamatan serta ketenangan warga Desa Beji.