Beji, 25 Oktober 2026 – Semangat gotong royong kembali terlihat dalam kehidupan masyarakat Desa Beji. Warga Dukuh Beji Lampeng RT 01 RW 05 melaksanakan gotong royong dalam rangka mendukung pembangunan Gedung TPQ Al-Kautsar pada Minggu, 25 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian masyarakat terhadap pembangunan fasilitas pendidikan keagamaan sekaligus menjadi bukti bahwa budaya gotong royong masih menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat Desa Beji.
Warga secara bersama-sama memberikan kontribusi berupa tenaga, waktu dan kemampuan sesuai dengan kondisi masing-masing. Dengan semangat kebersamaan, pekerjaan dilakukan secara sukarela dan mengutamakan kepentingan bersama.
Bagi masyarakat Desa Beji, gotong royong bukan sekadar aktivitas membantu menyelesaikan pekerjaan. Di dalamnya terdapat nilai kebersamaan, kepedulian, tanggung jawab dan keikhlasan untuk memberikan manfaat bagi lingkungan.
Nilai tersebut selaras dengan semangat Desa Antikorupsi, khususnya dalam membangun karakter masyarakat yang menjunjung tinggi integritas dan menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.
Melalui kegiatan gotong royong, masyarakat dapat belajar dan mempraktikkan 9 nilai antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari.
Jujur, dengan melaksanakan kegiatan secara terbuka dan tidak mengambil sesuatu yang bukan haknya.
Peduli, dengan memberikan perhatian dan kontribusi terhadap pembangunan fasilitas yang bermanfaat bagi masyarakat.
Mandiri, melalui kesediaan masyarakat berkontribusi dengan kemampuan yang dimiliki.
Disiplin, dengan mengikuti waktu dan kesepakatan kegiatan.
Tanggung jawab, melalui kesungguhan menyelesaikan pekerjaan yang menjadi bagian masing-masing.
Kerja keras, dengan bersungguh-sungguh memberikan tenaga dan pikiran.
Sederhana, dengan mengutamakan manfaat dan kebutuhan bersama.
Berani, dengan berani menyampaikan pendapat, masukan maupun hal-hal yang tidak sesuai dengan kesepakatan.
Adil, dengan menjunjung kebersamaan dan tidak membeda-bedakan masyarakat.
Pemerintah Desa Beji memandang bahwa pencegahan korupsi tidak hanya dilakukan melalui aturan dan administrasi pemerintahan, tetapi juga perlu dibangun melalui kebiasaan dan budaya positif yang hidup di tengah masyarakat.
Gotong royong menjadi salah satu ruang pembelajaran tersebut. Dari kegiatan sederhana di lingkungan masyarakat, nilai kejujuran, kepedulian, tanggung jawab dan keadilan dapat terus ditanamkan.
Semangat gotong royong masyarakat Dukuh Beji Lampeng menjadi contoh bahwa membangun desa bukan hanya tentang membangun sarana dan prasarana, tetapi juga membangun karakter masyarakat.
Sengkuyung Bareng, Integritas Terjaga, Desa Beji Bersih dari Korupsi.