BEJI, PANDANARUM – Bertempat di Aula Balai Desa Beji, Pemerintah Desa Beji menyelenggarakan rangkaian kegiatan produktif bagi para kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) pada Selasa (05/05/2026). Acara ini menggabungkan dua agenda penting: Pelatihan Pengembangan Apotek Hidup Desa dan Sosialisasi Perkades tentang Gratifikasi.
Sesi pertama diisi dengan pelatihan intensif bertajuk “Pengembangan Apotek Hidup Desa: Budidaya Tanaman Kencur dan Jahe”. Hadir sebagai narasumber utama, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Pandanarum memberikan materi komprehensif mengenai teknik penanaman hingga pemanfaatan tanaman herbal.
"Kencur dan jahe bukan sekadar bumbu dapur, tapi aset kesehatan keluarga. Dengan pengembangan apotek hidup yang tepat, kader PKK diharapkan mampu mengedukasi warga agar mandiri secara kesehatan dan ekonomi melalui pemanfaatan pekarangan," ujar Koordinator BPP dalam paparannya.
Usai sesi pertanian, kegiatan dilanjutkan dengan agenda formal yaitu Sosialisasi Peraturan Kepala Desa (Perkades) terkait Gratifikasi di Lingkungan Desa Beji Tahun 2026. Sosialisasi ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang bersih, transparan, dan akuntabel. Para kader diajak untuk memahami batasan serta pentingnya menolak segala bentuk gratifikasi guna menjaga integritas desa.
Kepala Desa Beji berharap sinergi antara peningkatan ketahanan pangan lokal dan penguatan integritas birokrasi ini dapat membawa Desa Beji menjadi desa yang lebih maju dan beretika di tahun 2026.