Beji, Pandanarum – Menyikapi laporan Pemerintah Desa Beji melalui camat pandanarum terkait adanya pergerakan tanah di wilayah Desa Beji, Kecamatan Pandanarum, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara bersama Forkompinca Pandanarum dan Pemerintah Desa Beji melakukan kegiatan cek lokasi dan asesmen lapangan, pada 29 Oktober 2025.
Kegiatan ini dilaksanakan di Blok 23 Desa Beji, tepatnya di area persawahan disekitar dukuh Galaran, serta pertokoan sekitar pertigaan SMPN 1 Pandanarum, wilayah RT 01/02. Tim gabungan turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan kondisi tanah, retakan, serta dampak yang ditimbulkan terhadap lahan dan bangunan di sekitar area terdampak.
Dalam kegiatan tersebut, hadir perwakilan dari BPBD Banjarnegara, Plt. Sekcam Pandanarum, Kapolsek Pandanarum, Danposramil Pandanarum, serta Kepala Desa Beji beserta perangkat desa dan Tim Destana Beji.
Pengecekan dilakukan untuk memastikan tingkat pergerakan tanah, potensi risiko terhadap warga dan bangunan, serta menentukan langkah mitigasi dan penanganan dini agar dampak bencana tidak meluas.
Kepala Desa Beji menyampaikan bahwa laporan awal berasal dari warga Dukuh Beji RT 01/02 yang melihat adanya retakan tanah di area persawahan dan sekitar pertokoan setelah intensitas hujan meningkat dalam beberapa hari terakhir. Retakan tersebut dikhawatirkan dapat berkembang menjadi longsoran jika tidak segera ditangani.
BPBD Banjarnegara mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi pergerakan tanah susulan, terutama di wilayah dengan kontur tanah miring dan drainase yang kurang baik. Masyarakat juga diminta segera melapor ke pemerintah desa apabila ditemukan tanda-tanda pergerakan tanah seperti retakan baru, pintu atau jendela sulit ditutup, serta perubahan bentuk permukaan tanah di sekitar rumah atau sawah.
Pemerintah Desa Beji bersama Destana Beji akan terus memantau kondisi lapangan dan melakukan koordinasi dengan pihak BPBD serta Forkompinca untuk langkah lanjutan, baik berupa pemasangan tanda bahaya, sosialisasi kesiapsiagaan, maupun upaya mitigasi teknis.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Beji menunjukkan komitmennya untuk selalu sigap dan tanggap dalam menghadapi potensi bencana, serta memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, Forkompinca, dan masyarakat.
Semangat gotong royong dan kesadaran bersama menjadi kunci utama dalam membangun Desa Beji yang tangguh terhadap bencana.