Pemerintah Desa Beji bersama unsur lintas sektor melakukan proses evakuasi penemuan kerangka manusia di wilayah hutan Dusun Beji Wetan, Desa Beji, Kecamatan Pandanarum, pada malam hari setelah adanya laporan dari warga setempat.
Informasi awal disampaikan oleh Kepala Dusun Beji Wetan, Sukirman, kepada Kepala Desa Beji terkait adanya temuan yang diduga merupakan jasad warga yang sebelumnya dilaporkan hilang sekitar enam bulan lalu. Menindaklanjuti laporan tersebut, Pemerintah Desa Beji segera melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian, Koramil, Pemerintah Kecamatan, tenaga kesehatan, serta relawan dan instansi terkait lainnya.
Berdasarkan hasil koordinasi, tim gabungan langsung bergerak melakukan operasi evakuasi pada pukul 19.30 WIB. Tim dibagi menjadi tiga SRU (Search and Rescue Unit) dengan total 33 personel, di mana masing-masing SRU terdiri dari 11 personel. Selain itu, terdapat tambahan dua personel bantuan dari wilayah Kalibening.
Tim evakuasi membawa perlengkapan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang disiapkan bersama oleh Puskesmas Pandanarum dan para relawan lainnya. Medan yang cukup sulit membuat perjalanan evakuasi memakan waktu kurang lebih empat jam pulang-pergi.
Sekitar pukul 22.00 WIB, proses evakuasi berhasil diselesaikan dan kerangka manusia tersebut dibawa kembali ke Dusun Beji Wetan. Selanjutnya dilakukan proses identifikasi oleh pihak kepolisian bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Pandanarum.
Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui bahwa kerangka tersebut benar merupakan atas nama Dardi, warga Dusun Beji Wetan yang sebelumnya diinformasikan hilang sejak enam bulan lalu. Petugas memastikan tidak ditemukan indikasi kekerasan pada korban.
Kondisi jenazah saat ditemukan sudah berupa tulang belulang yang terpisah menjadi beberapa bagian. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak menuntut proses lebih lanjut.
Operasi evakuasi resmi ditutup pada pukul 22.30 WIB dan dilanjutkan dengan proses pemakaman hingga pukul 23.00 WIB dengan pengawalan bersama unsur relawan, aparat, dan masyarakat setempat.